besok tanggal 21 april, what’z up??
hari kartini ya.
demi mendengar kata ‘hari kartini’, serta merta semua jadi inget akan keberadaan perempuan.
rame2 mengangkat profil perempuan yang selama ini seolah menjadi kaum yg termarginalkan.
sebenernya gw masih bingung.wonder why…kenapa mesti KARTINI?
kenapa ga CUT NYAK DIEN?
kenapa ga CHRISTINA MARTATIAHAHU?
tanya kenapa?
kalo menurut gw,mungkin karena KARTINI berasal dari kalangan ningrat yg biasanya lebih mendapat perhatian daripada rakyat biasa.
tapi ya sudahlah..toh sudah jamak kalo disebut nama KARTINI pasti selalu tergambar adalah perjuangannya untuk menuntut kemerdekaan perempuan atas dirinya.
sekarang pertanyaannya, kemerdekaan seperti apa?
gw setuju kalo ada yg bilang ’silakan berkarir asal ga lupa kodrat’.
apa si kodrat itu?
menurut gw kodrat adalah sesuatu yg ditakdirkan Tuhan, yg ga bisa diubah manusia.
jadi yg disebut kodrat perempuan itu ya melahirkan,menyusui, karena itu jelas ga bisa dilakukan oleh selain perempuan.
trus apa kabar sama ’sumur kasur dapur’?
ini yg gw ga suka, hare gene masih m’identikkan perempuan dengan ’sumur kasur dapur’ (kemane aje bu…)
sebenernya tetek bengek masalah rumah tangga kan ga melulu dibebankan sama perempuan kan.
kalo sang pria bisa bantu, kenapa ga?
kenapa mesti malu turun ke dapur, kenapa mesti malu bersih2 rumah, kenapa mesti malu ganti popok anak?
sangat perlu kerjasama dari pria untuk bisa mengerti posisi perempuan.
emang si,pria itu pemimpin tapi kalo bisa bantu meringankan tugas perempuan kan alangkah baiknya.
justru akan terlihat gentle,menurut gw.
jadi menurut gw kalo mw berkarir ya ok2 aja si, asal ketika kembali ke rumah dia akan kembali menjadi seorang ibu bagi anak2nya dan seorang istri bagi suaminya.
dan sekali lagi dibutuhkan kerjasama pria untuk mengerti perempuan.
perempuan dan pria adalah satu.kemanapun pria pergi, ia akan selalu mencari tulang rusuknya yg hilang. begitu pun perempuan, sejauh apa pun melangkah dia akan kembali ke tempat asalnya