Jam segini 7 hari yang lalu , gw lagi berada di sekitar ibu-ibu berperut gendut, ibu2 berperut buncit.
Kalo ada yang nebak gw lagi Ethiopia,,,nooo…itu salah besar sodara-sodara.
Ibu-ibu itu berperut buncit bukan karena busung lapar bukan juga karena cacingan tapi karena perbuatan kaum adam
Ya, seminggu yg lalu gw lagi duduk manis di ruang tunggu di RS Bunda
Walaupun perut gw sedikit gendut, tapi gw ke RS Bunda bukan karena sesuatu yang ada hubungannya dengan perut gw melainkan gw disitu menunggu giliran untuk vaksinasi servariks yg terakhir dari total 3 kali suntik.
Suntikan pertama gw udah 7 bulan yang lalu di RS yang sama dengan dokter yang sama di hari yang sama dan dengan panjang antrian yang sama juga.
Suntikan yang ke 2 di bulan Juli masih di RS Bunda tapi dengan dokter yang berbeda dengan harapan bisa mengurangi panjang antrian. Ternyata harapan gw terkabul. Antriannya lebih dikit. Gw baru tau jawaban dari pertanyaan “mengapa antrian di dokter ini lebih sedikit” setelah gw ketemu dokternya. Masih muda sih, tp…kurang ramah ya dan yaah gitu deh, ga rekomended. Setelah crosscek ke mbah google, gw juga dapet pendapat yang serupa (demi menyelematkan reputasi sang dokter, namanya gw rahasiakan ya).
Berberkal pengalaman itu, di suntikan yang ke-3 gw memutuskan untuk kembali ke dokter yang pertama. Dr.Laili Laila Nuranna.
Dan gw dikasih tau sama pasien lain bahwa yg menyebabkan banyak yg ngantri di dokter ini adalah karena pasiennya banyak… (yaelah kalo itu mah bayi baru lair juga tau). Ok ok,,serius nih. Yang bikin sang dokter banyak pasiennya adalah karena jam terbangnya udah tinggi, kalo periksa detail banget, mana ramah pula. Ga heran yang ngantri di situ adalah ibu2 dengan kehamilan yang bermasalah.
Mungkin masih banyak yang bertanya2 “ngapain juga sih mesti disuntik kaya gitu segala?”
Yaps, pertanyaan itu juga sempet hinggap di kepala gw selama beberapa hari sebelum gw memutuskan untuk menjawab “yes, I do”.. eh? Salah ya… sepertinya itu jawaban untuk pertanyaan lain ^_^.
Gw dan semua orang keknya udah sering lah ya liat iklan tentan kanker serviks di tv, atau media yang lain. Intinya kalo sekarang ini lu ga buta sama kanker serviks, bukan hal mustahil 5 menit kemudian lu bisa lancar menjelaskan apa itu kanker serviks ke khalayak ramai kecuali lu ga tanya ke mbah google. Salah satu artikel yang jadi refernsi gw adalah ini yang gw dapet dari sini:
Setiap hari, 20-25 perempuan indonesia meninggal karena kanker serviks!!! Ya, kanker serviks memang salah satu musuh besar perempuan. kanker ini ‘menguasai’ 34,4% perempuan di seluruh dunia atu setara dengan 10% persen populasi dunia.
Dalam bahasa awam, serviks uteri artinya mulut dan leher rahim. Sehingga sebutan kanker serviks adalah kanker pada mulut dan leher rahim yang penyebab dominannya adalah virus HPV (Human Papilloma Virus ) tipe 16 dan 18. Hampir 90% penularan HPV terjadi melalui hubungan seksual. misalnya berhubungan seksual dengan orang yang terjangkit infeksi HPV. Higienitas juga berpengaruh. Misalnya, memakai toilet umum. Merokok juga termasuk faktor pemicu. Wanita perokok berisiko terkena kanker leher rahim dua kali lipat daripada wanita bukan perokok. Tar dan Nikotin diyakini merusak DNA sel-sel mulut/leher rahim. Meningkatnya risiko kanker serviks juga terjadi saat perempuan menggunakan kontrasepsi hormonal jangka panjang.
Biasanya, pasien yang terkena infeksiHPV tidak merasakan apa-apa. Tapi, baru datang ke dokter ketika ditemukan pendarahan setelah hubungan seksual, atau keputihan yang banyak dan berbau. Padahal setelah diperiksa, pasien sudah menderita kanker serviks stadium lanjut.
Hal terpenting yang menjadi perhatian adalah melakukan pencegahan melalui vaksinasi HPV. Lewat vaksinasi inilah tubuh mendapatkan zat yang merangsang pasokan kekebalan. Memang secara alamiah tubuh bisa membentuk antibodi saat terjadi infeksi. Terbukti, hampir 75% infeksi HPV bisa sembuh dnegan sendirinya. Tetapi, masih ada kemungkinan sekitar 20% infeksi HPV tidak bisa sembuh. Vaksin ini bukan berasal dari virus yang dilemahkan, melainkan vaksin yang berisi Virus Like Protein (VLP)- virus yang bukan berisi materi genetik. sehingga, vaksin HPV tidak akan menimbulkan infeksi, namun merangsang tubuh membentuk antibodi terhadap HPV dalam jumlah banyak. vaksinasi HPV ini optimal memproteksi sobat bunda dari HPV tipe 16, 18,6, dan 11.
Sebaiknya vaksinasi HPV ini dilakukan sedini mungkin pada perempuan usia 10 tahun atau perempuan yang belum pernah melakukan hubungan seksual dengan rentang usia 10-55 tahun. Vaksinasi HPV tidak berlangsung sekali saja, tetapi tiga kali. Dianjurkan pemberian vaksin ini tidak lebih dari satu tahun, umpamanya pada bulan ke-0, ke-1, ke-6 atau bulan ke-0, ke-2, ke-6. Hanya saja, bagi sobat bunda yang sedang hamil, tidak boleh menerima vaksinasi HPV. Atau bagi sobat bunda yang memiliki alergi terhadap bahan-bahan pembawa vaksin, misalnya bahan adjuvant-bahan memperkuat kerja vaksin. Atau sobat bunda menelan obat antiradang, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang menangani. jadi usahakan ya sobat bunda, tubuhnya sehat saat mendapatkan vaksinasi HPV.
KEMANA BISA VAKSINASI HPV?
- Klinik Yayasan Kanker Indonesia : Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 35, Jakarta 10350 Telp. (021) 31927464
- Pusat Diagnostik Dini YKI : Jl. Lebak Bulus Tengah No. 9 Jakarta Selatan 12430 Telp. (021) 7690704, Fax. (021) 7507447 Biaya paket (3kali suntik) berkisar : @Rp. 1.400.000
- Brawijaya Women and Children Hospital : Jl. Taman Brawijaya No. 1 Cipete Utara, Jakarta Selatan Telp. (021) 7211337, Fax. (021) 7211364 Website: http://www.brawijayahospital.com/ Biaya paket (1kali suntik+dokter) berkisar : @Rp. 1.600.000
- Klinik anakku Cinere : Jl. Manggis Raya, Komplek Ruko Cinere Blok A No. 2B-2C, Cinere, Depok 16514 Telp. (021) 7545400, Fax. (021) 7545123 Biaya per-suntik : @Rp. 700.000
- RSIA Budhi Jaya : Jl. Dr. Saharjo No. 120, Jakarta Selatan 12960 Telp. (021) 8292672-831 (021) 8291722-831 (021) 8292378-831 , Fax. (021) 830-1901 Website : http://www.budhijaya.com/ Biaya paket (3kali suntik) berkisar : @Rp. 1.300.000
- RSIA Hermina Jatinegara : Jl. Jatinegara Barat 126, Jakarta Timur Tel. (021) 8191223, Fax. (021) 8560601 Website : http://www.rsiahermina.com/ Biaya per-suntik berkisar : @Rp. 1.300.000
- RS Bunda Jakarta : Jl. Teuku Cik Ditiro No. 28 Menteng, Jakarta Pusat Telp. (021) 31922005 (hunting), Fax. (021) 310-1077 Website : http://www.bunda.co.id/ Biaya paket (1 kali suntik) : @Rp. 1.375.000 Biaya paket (1 kali suntik) : @Rp. 770.000
- RS. Cipto Maungun Kusumo (RSCM) : Jl. Diponegoro No. 71, Jakarta Pusat Tel. (021) 319830-11, Fax. (021) 3134-8991 Website : http://www.rscm.co.id/ Biaya paket (3 kali suntiik) berkisar : @Rp. 1.300.000
Nah dari artikel itu pasti udah pada bisa pertanyaan :
“ngapain juga sih mesti disuntik kaya gitu segala?”
“mau suntik dimana?”
Tp yang namanya remaja labil (gw? Remaja??) Gw sempet bimbang juga sih, suntik ga suntik ga suntik ga suntik ga suntik ga suntik ga….apalagi ngeliat harganya yang bisa bikin gw ga bisa beli mobil porsche (mmmm..agak berlebihan sih ya).
Tapi setelah gw pikir-pikir, mencegah lebih baik daripada mengobati. Ditambah lagi dengan dukungan si pacar (thanks bun >:D<), akhirnya gw memutuskan untuk vaksinasi. Gpp deh merogoh kocek dalam-dalam demi kesehatan sebelum terlambat.
Kenapa milih RS Bunda?
Simple aja sih, yang deket sama kosan + kantor gw. Sempet dih niat ke RSCM, tp pas gw telpon ga diangkat2. Mungkin belum rejeki RSCM buat nrima pemasukan dari gw.
FYI, harga yang tercantum diatas itu belum termasuk biaya dokter + biaya rumah sakit. Jadi kalo ditotal biaya sekali dateng buat suntik di RS Bunda 770rb+100rb+40rb.
Gw sekarang lagi berusaha menghilangkan ingatan bahwa gw pernah mengeluarkan duit sejumlah itu untuk sekali suntik
“penting ga penting-nya” sesuatu emang beda-beda tiap orang, tapi menurut gw kalo lu bisa mengeluarkan berlembar2 rupiah buat beli BB harusnya lu juga ga bakal mikir-mikir lagi buat ngeluarin rupiah untuk hal penting kaya gini. Gw menyebutnya investasi. Investasi kesehatan ^^
NB :
- pesan terakhir dari si Dr Laila : “ini tidak berarti kamu bisa melakukan seks bebas ya” (si dokter bisa baca pikiran gw ya ternyata…ups).
- menurut info dari temen gw, di apotek K24 jual vaksin servariks dan bisa minta tolong buat nyuntikin juga. So bisa menghemat uang dokter + rumah sakit.
cantik…cantik…… kesehatan nomer 1, mumpung ada duit juga….
iya iya…saya memang cantik
duite akeh. ahaha..
iya akeh yen dikonversi maring recehan 100 perak