KEMATIAN
Akhir Juli sampe awal agustus ini gw disuguhi dengan beberapa berita kematian orang-orang yang cukup punya nama, dari Jacko, Mbah Surip, si Burung Merak WS Rendra, sampai yang terakhir Noordin M.Top.
Ke-empatnya memang sama-sama tutup usia, sama-sama jadi berita, tetapi orang-orang berbeda dalam menanggapinya.
Kebanyakan dari kita tentu kehilangan dengan perginya Jacko dan sepasang sahabat Mbah Surip dan WS Rendra, tapi apakah kita juga kehilangan dengan tewasnya Noordin M.Top??
Kalo ternyata bener yang selama ini diberitakan bahwa dia itu teroris, gw sih bersyukur banget dia bisa tewas. Atau kalo perlu dibikin syukuran atas tewasnya dia-sang-pengacau-keamanan. Dengan kata lain, kematian Noordin M.Top sangat amat diharapkan sekali.
Kalo gw?
Kira-kira gimana reaksi orang-orang kalo gw dijemput sang malaikat maut?
(mikirn ini bikin gw merinding)
Apakah kalian bakal kehilangan, menangisi kepergian gw?
(bilang iya,,,bilang iya,,,,!!!)
Atau kalian bakal bikin syukuran potong tumpeng 7 hari 7 malem buat merayakan musnahnya gw dari muka bumi ini?
Akankah komentar-komentar seperti:
“gw sedih dengan kepergian dia”
“kita kehilangan orang yang kita sayangi”
“dunia berduka atas kepergiannya”
bakal mengiringi kematian gw??
ataukah justru testimoni:
“akhirnya…metong juga tuh orang, gw udah menantikan saat-sata seperti ini dateng”
“dunia damai tanpanya”
“sial..duit gw belum dibalikin main mati aja tuh orang,,bilang-bilang dulu kek”
yang nantinya mengisi atmosfer kematian gw???
We’ll see.
Kematian itu biasa, tapi bagaimana kita membuat yang biasa itu menjadi sesuatu yang meninggalkan kesan mendalam.
*booo…mimpi apa sih gw pagi-pagi nulis ginian (asli merinding gw ngebayanginnya)*
This entry was posted on August 9, 2009 at 5:15 am and is filed under stories . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed You can leave a response, or trackback from your own site.
August 9, 2009 at 7:32 am
belum tentu noordin m top kan?
menjadi yang bermanfaat bagi umat adalah yang mengesankan..
smiLe..
August 10, 2009 at 2:05 am
khusnul khotimah..
berusaha menyenangkan dan menjadi baik di mata semua orang adalah hal yg mustahil dan sia2..
Menjadi istimewa di antara orang2 yg benar2 berharga dalam hidup, itu lebih pantas diharapkan
Setidaknya.. ortu saya, keluarga saya, teman2 terdekat saya, dan beberapa orang2 yg benar2 saya kasihi akan merasa kehilangan tanpa kehadiran saya.. itu saja.. lebih dari cukup
August 11, 2009 at 10:34 am
jgn buru2 lel, blm hapah yasin nih…
August 20, 2009 at 8:02 am
rejeki, jodoh dan kematian itu adalah rahasia Allah lel
“bekerjalah seakan-akan kamu akan hidup seribu tahun lagi, dan beribadahlah seakan-akan kamu akan mati besok pagi”
August 28, 2009 at 4:36 pm
Yang jelas semua orang yang mendengar tentang kematian seseorang akan terbesit pada pikirannya tentang kematiannya dirinya sendiri. Yang Sadar, berlomba meningkatkan amal, yang Tau sekedar memikirkannya lalu terlupakan begitu saja tentang amal, yang Tidak Tau ketakutan karena merasa dirinya tak beriman dan sekuat tenaga untuk melupakan memikirkannya dengan banyak cara.
Jadi setiap kematian sesorang saya selalu senang karena 2 hal berikut, pertama mereka telah diijinkan menghadap Sang Pencipta dan kedua mereka mengingatkan kita bahwa kematian itu sangat dekat dan tak seorangpun mengerti kapan.
August 30, 2009 at 7:21 pm
@All
hmmm..ok2
komen-nya “lurus” semua ya
*mungkin karena lagi bulan Ramadhan?
August 30, 2009 at 9:09 pm
sing mati ibrohim dudu nurdin. hehe..
oya, bukankah kita disuruh banyak-banyak mengingat kematian?